Chuyển tới nội dung
Home » Intro IV – To The Bone (Originally by Pamungkas) | The place menawarkan lirik terbesar di Indonesia

Intro IV – To The Bone (Originally by Pamungkas) | The place menawarkan lirik terbesar di Indonesia

Apakah Anda mencari Intro IV – To The Bone (Originally by Pamungkas) bukan? Jika demikian, silakan lihat sekarang.

Intro IV – To The Bone (Originally by Pamungkas) terakhir diperbarui.

[button color=”primary” size=”small” link=”http://” icon=”” target=”false” nofollow=”false”]MENONTON SEKARANG[/button]

Intro IV – To The Bone (Originally by Pamungkas) và các hình ảnh liên quan đến cigarettes of ours chord này.

Intro IV - To The Bone (Originally by Pamungkas)

Intro IV – To The Bone (Originally by Pamungkas)

Sebelum full album Flying Solo dirilis, Pamungkas sempat memutarkan beberapa lagunya melalui live instagram. Semacam private hearing session, namun hanya sekilas ditiap lagu. Salah satu yang diputarkan saat itu adalah To The Bone. Lagu yang kalau kata Pamungkas, “Lagu ini adalah lagu cinta, ketika lo sayang sama seseorang. Saat lo pengen memiliki dia sampe ke tulang-tulangnya” sukses membuat saya rela begadang nunggu rilisan Flying Solo hanya untuk mendengarkan secara full lagu To The Bone.

Dini hari itu, Mengurungkan rakus dalam mengunyah secara langsung lagu To The Bone, album Flying Solo saya putar runtut mulai Intro III. Lagu demi lagu, gerak kepala dan hentak kaki yang seirama. Sejauh itu Break It masih terbaik. Lagu beranjak setelahnya, saya terdiam. Suara ombak dan synthesizer dengan lirik bahasa Indonesia, satu-satunya. Suara berat dilagu bertempo pelan yang pas. Saya mengulangnya dua kali. meresapi apa yang ingin disampaikan Pamungkas dalam Intro IV. Oh, merelakan sesuatu untuk kemudian dimengerti bahwa segala hal yang kita punya adalah yang nanti kita lepas. Meskipun cinta jangan dulu, belum aku mampu, hingga sebentaran lagi coba diutarakan dua kali, namun pada akhirnya mau tidak mau tiap-tiap dari kita harus menyilahkan semua menjadi seperti apa adanya saja. Baik atau buruknya, baiknya kita terima.

Memasuki track 7, To The Bone. Jelas sedari awal, apa yang coba dibicarakan oleh Pamungkas tentang lagu ini. Lirik dibuka dengan “Have I ever told you, I want you to the bone”. Namun seolah sedang berpesan, yang entah untuk siapa, Pamungkas menulisnya dalam bridge setelah chorus, bagian dimana musik kembali tenang paska reff tepat sebelum gitar melodi dengan distorsi menyalak. “Maybe we seek for something that we couldn’t ever have. Cause maybe the greatest love of all is who the eyes can’t see”. Dari situ, mungkin cinta dari apa yang kita ingin belum terwujud, atau ingin dari sesuatu yang kita cintai belum terlaksana. Semacam ingin mengungkapkan sesuatu pada seseorang yang belum merasakan apa yang kita rasakan tentang dirinya. Sulit, namun hati yang sudah terlanjur ingin bisa apa. Pamungkas berhasil mengemas To The Bone dengan banyak kesan. Disamping itu, Pamungkas sukses mengemas album Flying Solo dengan banyak cerita.

Nyanyian ini juga merupakan ungkapan terimakasih atas 5000+ Netizen yang sudah men-subscribe akun ini. Juga kalian semua yang sudah mengapresiasi saya dalam bentuk apapun. Terimakasih banyak. Sesuai dengan voting di instastory ya, Net. Loveyou!
_
Temukan saya di lain sosial media!

Contact me thru email!
[email protected]

Anda dapat melihat lebih banyak lagu chord di sini: Lihat lebih banyak lagu di sini.

Bagaimana Intro IV – To The Bone (Originally by Pamungkas) dicari.

#Intro #Bone #Originally #Pamungkas.

Intro IV – To The Bone (Originally by Pamungkas).

Semoga Anda mendapatkan lagu yang bagus. Liriklagu berharap informasi tentang lagu-lagu yang kami sediakan lebih bernilai.

Trả lời

Email của bạn sẽ không được hiển thị công khai.